Showing posts with label Indocrase. Show all posts
Showing posts with label Indocrase. Show all posts

INDOCRASE SOLAR ACEH

By // No comments:

  INDOCRASE SOLAR ACEH

Bumi Serambi Mekah ini memang punya banyak potensi akan kekayaan alamnya terutama batu mulianya. Di sini banyak  ditemukan berbagai varian batu mulia yang diantaranya adalah jenis Indocrase Solar Aceh. Selain itu masih banyak batu lainya yang ditemukan varian batu lainya selain dengan Giok Acehnya yang sudah terkenal sampai mancanegara.

Penamaan "Solar Aceh" ini diambil karena varian ini mempunyai tampilan menyerupai minyak solar bahan bakar mesin diesel. Batu ini pertama kali ditemukan dialiran sungai desa Ketambang dan desa Pecet kecamatan Pantai Cermin, dan masyarakat desa tersebut menyebut batu hasil temuanya dengan nama "Solar Aceh". Selain Solar Aceh, ada juga sebutan batu Bio Solar Aceh. Bio Solar sendiri satu jenis dengan batu Solar Aceh, namun karena warna pada batu ini agak kehijauann maka masyarakat setempat menyebutnya dengan tambahan nama "Bio" pada awalan penyebutan.

INDOCRASE SOLAR ACEH

Batu dengan sebaran lokasi penemuan banyak ditemukan di wilayah Pantai Cermin yang masuk zona kabupaten Aceh Barat, yang kabupatenya berpusat di Meulaboh. Sejauh ini masyarakat setempat masih menggunakan cara-cara tradisional dalam penambangan batu tersebut. Rata-rata mereka menggunakan media sungai sebagai salah satu jalan untuk transportasi, dengan cara memakai ban dalam bekas mobil truk atau bekas ban dalam eskavator. Ini dilakukan para penambng dikarenakan medan menuju penambangan tidak bisa dilalui lewat jalan darat menggunakan kendaraan bermotor.

Disepanjang sungai yang wilayahnya masuk pinggiran bahkan kedalam hutan,  bahan Batu Solar Aceh bisa diketemukan dengan mencarinya didasar sungai. Namun sebagian juga ada yang mencari batu Solar dilembah-lembah yang sangat curam. Bongkahan batu Solar ini bervariasi, bongkahan yang paling besar ditemukan sampai saat ini bobotnya sekitar 800 kg. Dan dalam batu yang temukan itu warnanya pun tidak sama, dikarenakan badan batu sebagian berada dalam tanah dan sebagian lagi berada dipermukaan air sungai. Pada dasarnya batu Solar masihsejenis dengan batu Lumut Belimbing Aceh. Namun pada batu Solar ada 2 warna yang mendominasi yaitu warna coklat dan kuning varian ini. Secara visual batu Solar Aceh ini akan menampilakan warna hijau, coklat,  kuning yang akan menjadi satu, dan disinilah keistimewaan yang ada pada batu ini. 

Tekstur batu Indocrase Solar Aceh ini cukup keras, dengan detektor diamond selector angka batu ini mencapai 7 skala mohs. Sehingga dalam pengerjaan batu ini haruslah hati-hati serta perlu ketrampilan khusus membaca serat pada batu ini. Apabila pengerjaanya tidak hati-hati, maka pecah atau retak akan menjadi resiko dalam pengerjaan poles batu Solar Aceh ini.

Kebanyakan para pengrajin batu di Aceh sendiri menggunakan penjepit dari bambu untuk digunakan membantu proses penggosokan setelah bahan Indocrase Solar Aceh yang sudah dipotong dan dibentuk. Rata-rata para pengrajin membentuk hasil polesan pada batu Solar Aceh ini, dengan bentuk cabochon atau setengah lingkaran. Pola ini dipakai agar bentuk batu cincinya nanti akan kelihatan kekar dan punya keanggunan.

Untuk harga Batu Indocrase Solar Aceh tergolong tinggi. Untuk sebuah batu cicin Solar aceh dengan kualitas menengah sampai dengan kualitas super, harganya mencapai jutaan rupiah bahkan sampai ratusan juta rupiah. Boleh dibilang harga jual batu Solar Aceh sama dengan harga jual batu Bacan dari pulau Kasiruta. Harga yang tinggi tidak mengurangi minat para pecinta batu untuk bisa mendapatkan batu asal Tanah Rencong ini. Ini sangat wajar, dikarenakan bahan Solar aceh sendiri susah didapat dikarenakan lokasi  tambang yang sulit. Dan tentu saja dengan warnanya yang indah dan anggun membuat Solar Aceh banyak diburu para kolektor batu mulia. Walaupun berharga mahal, para pecinta batu tidak surut untuk bisa mendapatkan batu yang satu ini, walau harganya dibilang cukup mahal. 

CARA MEMBEDAKAN BATU AKIK ASLI DAN PALSU

By // No comments:

 CARA MEMBEDAKAN BATU AKIK ASLI DAN PALSU

Sekarang ini batu akik atau batu mulia sedang menjadi trend dan primadona. Yang dahulunya pemakai batu kik identik dengan orang tua dan juga pejabat, namun sekarang ini hampir semua kalangan baik itu yang muda dan yang tua, bahkan wanita pun ikut memakai batu akik. Kalau dulunya batu akik identik dengan klenik, tetapi untuk trend sekarang pemakaian batu akik digemari karena keindahanya. Apalagi sekarang banyak sekali varian batu akik yang bisa kita pilih sesuai kesukaan kita.

CARA MEMBEDAKAN BATU AKIK ASLI DAN PALSU

Batu akik sekarang ini harganya memang sangat fantastis, kita tahu batu akik yang bagus harganya bisa mencapai milyaran rupiah. Karena banyaknya peminat batu akik, membuat penjualan batu akik terus meningkat. Bahkan karena peningkatan penjualan dan juga harga yang relatif tinggi, tak jarang ada oknum yang memalsukan batu akik. Bagi penggemar batu pemula atau masih awam wajib mengetahui ciri-ciri batu akik asli dan batu akik palsu.

Oleh karena itu saya berbagi tips cara membedakan batu akik asli dan palsu, dengan tujuan agar anda, khususnya para pemula penggemar batu terhindar dari penipuan. Bagi para master gemslover, pastinya sudah tahu mana batu akik yang asli dan mana yang palsu. Dan berikut Cara membedakan batu akik asli dan palsu :
  1. Batu akik asli mempunyai serat didalamnya sehingga akan terlihat retak , warnanya juga redup terutama yang masih bahan. Lain apabila batu telah dipoles dengan sempurna. Sedangkan batu akik palsu tidak memiliki serat didalamnya hingga akan terlihat lebih terang. Saya sarankan gunakanlah kaca pembesar atau lup untuk mengamati batu akik, agar terlihat dengan jelas perbedaanya.
  2. Batu akik asli apabila disorot menggunakan cahaya, akan terlihat memiliki noda. Kalau yang palsu kelihatan bersih tanpa noda.
  3. Batu akik asli bobotnya akan lebih berat dubandingkan dengan batu akik palsu. Namun kabarnya sekarang batu akik sintetik palsu juga yang sama beratnya.
  4. Cara paling gampang membedakan batu asli atau batu palsu, yaitu dengan cara menggigit, membakar, atau membanting batu tersebut. Bila batu asli dia akan lebih kuat dan tidak akan pecah.
  5. Menggoreskan batu pada kaca, kalau kaca yang tergores maka itu batu asli. Namun bila kaca tidak tergores itu batu palsu.
  6. Bawalah ke laboratirium untuk diuji keaslianya apabila anda masih ragu dengan keaslian batu, apalagi batu yang berharga mahal.
  7. Akan lebih baik kalau anda membeli batu yang bersertifikat dari laboratorium geimolog, karena bisa menjamin keaslian batu anda.
Itulah beberapa Cara membedakan batu akik asli dan palsu agar anda terhindar dari penipuan, apa lagi kalau harga batu tersebut mahal. Baca juga Mengenali Batu Opal palsu untuk menambah wawasan anda tentang batu mulia.Semoga bisa bermanfaat dan juga bisa menambah wawasan tentang batu. Salam gemslover

Khasiat Batu Sungai Dareh

By // No comments:

Khasiat Batu Sungai Dareh

Batu Sungai Dareh yang berasal dari daerah Dharmasraya konon mempunyai khasiat pengasih jiwa juga penglaris. Batu akik Sungai Dareh memiliki keunikan garis yang menyerupai cincin batu Bacan kualitas super halus. Maka bagi kolektor batu akik dan batu mulia lainya, Batu Sungai Dareh wajib dikoleksi.

Hingga saat ini penambangan yang dilakukan oleh penambang batu tersebut terus-menerus mencari bahan dengan kualitas tinggi. Namun karena kesulitan mencari bahan yang berkualitas super, membuat batu cincin Sungai Dareh memiliki harga yang mahal. Untuk harga termahak dalam pelelangan Internasional, batu Sungai Dareh mencapai harga sampai Rp 300 juta, hampir sama dengan harga batu Bacan Palamea dan Bacan Doko pada pelelangan itu.

Khasiat Batu Sungai Dareh

Menurut mitos yang beredar, selain keindahannya, batu Sungai Dareh juga memiliki khasiat bagi pemakainya. Apa saja khasiat batu Sungai Dareh?? Berikut beberapa khasiat batu Sungai Dareh:

Pemancar aura bagi pemakai batu cincin Sungai Dareh.
Penglaris barang dagangan, cocok untuk orang yang berprofesi jual beli dipasar.
Pelancar rezeki, baik dipakai orang yang sulit mendapatkan rezeki dan banyak hutang
Penyembuh penyakit, banyak orang mendapatkan khasiat khusus menjaga kesehatan tubuh serta ketenangan jiwa.
Penunduk, memberikan manfaat bagi pimpinan agar bawahanya mudah diatur dan menjaga kewibawaan.


Khasiat diatas tentunya tidak serta merta begitu saja, namun harus melakukan ritual khusus agar khasiat batu Sungai Dareh itu ada.

Batu Sungai dareh masuk batuan jenis giok atau yang sering disebut lumut. Batuan yang berasal dari fosil lumut berumur jutaan tahun yang lalu menjadi keras karena tekanan panas bumi hingga membentuk kristal cantik setelah di asah dan dibuat batu cincin atau asesories lainya. Harga dari batu Sungai dareh, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, bahkan sampai menembus ratusan juta rupiah. Itu tergantung dari kualitas batu Sungai Dareh sendiri. Baca juga asal-usul batu Sungai Dareh untuk menambah wawasan tentang batu akik.

ASAL USUL BATU SUNGAI DAREH

By // No comments:

Batu Sungai Dareh

Batu Sungai Dareh adalah batu batu mulia yang berwarna hijau muda tembus cahaya dengan bercak berwarna hiajau tua yang telah diuji geomologi, dan disimpulkan kalau kandungan yang terdapat pada batu ini berupa mineral atau batu mulia sejenis Indocrase/Indokras, atau disebut juga batu mulia Vesuvianate.

Batu akik sungai dareh memiliki keindahan tersendiri dibandingan batu akik lain yang banyak di temukan di berbagai daerah di Indonesia. Keindahan warna hijau dikombinasikan dengan serat yang seperti lumut di dalamnya, akan membuat siap yang memandang akan takjub, khususnya pada batu akik sungai dareh jenis kumbang jati.

ASAL USUL BATU SUNGAI DAREH

Pamor batu sungai dareh melejit sejak dua tahunan terakhir, khususnya setelah tersiar kabar transaksi sebuah cincin yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, yang konon dibeli pemuka setempat untuk diberikan kepada pemimpin negeri kita. Sejauh ini tidak banyak orang tahu asal muasal batu batu Sungau Dareh tersebut. Sayapun mengira batu tersebut berasal dari Sungai Dareh diperbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat yang pernah disurvey 40 tahun yang lalu.

Namun pada kenyataanya terungkap bahwa batu Sungai Dareh ternyata berasal dari suatu lokasi terpencil di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Solok Selatan yang hutanya masih dibanyak dihuni oleh macan, ular piton, beruang pacet,lintah dll. Lokasinya tepat di Bukit Karang, dihulu anak cabang Sungai Kandi. Karena itulah masyarakat setempat termasuk Bupati Solok Selatan dengan sebutan batu Sungai Dareh dikarenakan batu tersebut ditemukan di Sungai Kandi yang masuk dalam wilayahnya.

Untuk lokasi Sungai Kandi bisa ditempuh dengan mobil dari Kota Padang ke jurusan Kota Padang Aro, Ibu Kota Solok Selatan selama 2 jam.

Mungkin bagi para penggemar batu yang belum tahu dari mana asal usul batu Sungai Dareh, disinilah pertama kali penambangan batu Sungai Dareh yang kita kenal batu dengan warna hijaunya yang indah. Semoga ini bisa menjadi pencerahan bagi para pecinta batu akik semua yang belum tahu tentang asal usul batu Sungai Dareh.

INDOCRASE LUMUT ACEH DAN GIOK ACEH

By // No comments:

INDOCRASE LUMUT ACEH DAN GIOK ACEH

Indocrase Lumut Aceh dan Giok Aceh (Nephrite Jade), adalah batu asal Bumi Serambi Mekah yang sudah lama dikenal oleh kalangan masyarakat pecinta batu akik nusantara. Maka bagi para master mungkin sudah tidak asing lagi dengan batu yang satu ini. Namun bagi para penggemar batu pemula, belum tahu banyak  batu Indocrase Lumut Aceh dan Giok Aceh secara menyeluruh, terkecuali hanya mengetahui tentang keindahan serta harganya yang relatif mahal.

Anda munkin lebih mengenal batu yang lebih dahulu tenar seperti Batu Bacan Doko dan Palamea, Batu Black Opal Kalimaya atau Batu Sungai Dareh serta batuan yang berasal dari Garut.  Oleh karenanya, kali ini admin ingin berbagi sedikit mengenai batu Indocrase dan Nephrite Jade agar anda, khususnya bagi pemula lebih mengenal batu yang satu ini.

Indocrase Lumut Aceh dan Giok Aceh pertama kali ditemukan oleh almarhum bpk M. Acim, seorang yang berprofesi sebagai sekretaris desa Panteara, kecamatan Betung, kabupaten Nagan Raya Nanggro Aceh Darusalam.

Bongkahan batu pada awalnya ditemukan pada sebuah aliran sungai, yang benama sungai Alu Gantung. Bahan Lumut Aceh dan Giok Aceh banyak ditemukan di aliran sungai Alu Gantung dengan berbagai ukuran yang berfariasi, minimal berat bongkahan batu Lumut Aceh 10 kg dan yang terberat sampai saat ini ditemukan seberat 30 ton. Selain batu Indocrase Lumut Aceh dan Giok Aceh yang ditemukan, di sungai ini juga ditemukan batu Lavender Aceh, Panca Warna, Quartz, Amethys, dan juga batu jenis Chalcedony.

INDOCRASE LUMUT ACEH DAN GIOK ACEH

INDOCRASE LUMUT ACEH DAN GIOK ACEH

Menurut dari penelitian Laboratorium geomolog, Batu lumut Aceh adalah satu jenis dengan Batu Sungai Dareh asal Sumatra Barat, dimana batu ini masuk dalam jenis Indocrase.

Batu Indocrase Lumut mempunyai kekerasan 7 - 7,3 pada skala mohs, hingga Lumut Aceh masuk ke jajaran batu mulia. Dikarenakan untuk masuk ke golongan jenis batu mulia harus mempunyai kekerasan minimal 7 mohs, apabila kekerasan batu kurang dari 7 pada skala mohs, maka batu digolongkan ke dalam batu setengah mulia.

Batu yang berwarna hijau dengan serat menyerupai lumut ini terkadang menimbulkan gesekan antar sesama pelestari batuan lokal Indonesia. Namun dari kedua tersebut, antara Lumut Aceh dan Lumut Sungai Dareh mempunyai perbedaan pada fisik batu. Untuk membedakan antara Lumut Aceh dan Lumut Sungai Dareh, bisa dilihat dari dimensi/ukuran, bias warna, serta bias air/klep/giwang/luster. Secara ilmiah, kedua batu ini memang sama jenisnya yaitu Indocrase, tetapi secara struktur batu sangatlah berbeda. Lumut Aceh mempunyai bias air yang lebih besar dan tebal dibandingkan dengan Lumut Sungai Dareh. Serta dilihat dari fisiknya, Indocrase Lumut Aceh gradasi warnanya lebih merata, lumut merata, clean, dan jarang berkapur.

Indocrase yang secara visual berwarna hijau dan ada pengaruh coklat dan kuning, dan Indocrase sering kali bercampur dengan Hydrogrossular Garnet. Dalam perdagangan batu Internasional, Indocrase juga dikenal dengan nama Vesivianate, Califonite, atau California Jade. 

Tapi Indocrase sama sekali bukan merupakan varietas Jade (Giok) atau Nephrite Jade (Giok Aceh). Ini juga sebagai pemahaman bagi para penggemar batu, karena sering kali salah menyebutkan jenis batu khususnya dari daerah Aceh

Berbeda dengan jenis Giok Aceh atau Nephrite Jade yang hampir punya kemiripan Range  warna  dengan Indocrase Lumut aceh. Untuk membedakan dari kedua jenis batu yang berasal dari Aceh ini adalah dari Refractive index dan Specific Gravity nya. Dua varian inilah yang menjadi batu unggulan dari Tanah Rencong, yang didalamnya juga ada Indocrase Solar Aceh. Walaupun mempunyai kemiripan antara Indocrase Lumut Aceh dan Giok Aceh (Nephrite Jade), namun ada perbedaan yang mencolok antara kedua batu tersebut.

Secara kasat mata, Indocrase dari warnanya pun bervariasi, ada yang full dengan lumut hijaunya dengan klep air ( giwang dalam bahasa Aceh). Untuk kualitas supernya, Indocrase Lumut Aceh punya kebersihan nyata didalam badan batu hampir tidak ada mineral kapurnya. Jenis ini akan akan memperlihatkan tembakan warna kekuningan yang memang identik dengan warna pada jenis Indocrase.

Selain itu ada jernis warna belimbing yang didominasi warna hijau menyerupai buah belimbing. Kebanyakan pada varian belimbing ini, minim akan lumut hijaunya dan cenderung polos dengan mineral kapur yang juga sangat minim, dan jika terkena tembakan cahaya, maka jenis ini akan terlihat kekuningan. Ada juga jenis totol sayur, warna tampilanya cenderung soft ke warna Very light green, dengan urat lumut yang tebal dan mineral kapur yang sedikit ditemukan.

Untuk jenis Giok/Nephrite Jade, mempunyai ciri khas warna hijau lumutnya lebih tebal dan semi transparan. Selain warna hijau. Giok Aceh juga ada yang berwarna putih namun ada serat kehijauan. Untuk material Giok ini, sangat melimpah dari ukuran minimal 100 kg sampai dengan 50 ton ada di daerah Aceh. Kalau dibandingkan dengan negara lain yang juga penghasil Giok seperti China, Taiwan, dan Birma, varian Aceh ini mempunyai ciri khas tersendiri dan bisa dibilang punya keunikan.

Untuk batu jenis Nephrite Jade atau  orang lebih mengenal dengan sebutan Giok Aceh, mempunyai kekerasa antara 6,5 - 7 pada skala mohs. Konon menurut para pakar batuan giok, Giok Aceh merupakan Giok terindah di dunia mengalahkan Giok China yang lebih dahulu populer. Untuk Batu Giok Aceh sangat diminati oleh pecinta batu dari luar negeri. Tak heran bila permintaan pasar luar negri lebih besar dari pada nasional. Ini berbeda dengan di Indonesia sendiri, dimana untuk  batu Giok Aceh masih kalah dengan Indocrase Lumut Aceh mengenai pemasaranya.

Batu Giok aceh sendiri banyak varian warnanya dan diantaranya yaitu Giok putih atau Giok Salju, Giok hitam atau Black Jade ( orang aceh menyebut dengan batu Aswad),Giok hijau atau Totol sayur, Giok Merah dan yang lainya. Harga Giok Aceh dipasaran dari ratusan ribu hingga ratusan juta, tergantung dari kualitas batu itu sendiri. Namun untuk harga yang mahal untuk jenis  batu Giok yaitu Giok Aceh Hijau dibandingkan dengan Giok varian lain.

Munkin itu saja dahulu yang bisa admin ulas pada kesempatan kali ini tentang Indocrase Lumut Aceh dan Giok Aceh. Semoga apa yang saya sampaikan ini akan membuat anda lebih memahami tentang batu, khususnya batu yang berasal dari daerah Aceh. Semoga bermanfaat..salam Gemslover.

GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH

By // No comments:

GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH


GREEN OPAL BENGKULU

Maraknya batu mulia yang saat ini sedang trend di Indonesia ternyata mampu merangsang kreatifitas masyarakat kita, mulai dari aktivitas penambangan hingga pengolahan batu mulia. Tidak terkecuali dengan provinsi Bengkulu yang saat ini menjadi salah satu daerah yang memiliki deposit batu mulia yang cukup banyak dan dengan varian jenisnya yang beraneka ragam.

Masyarakat di daerah Bengkulu ini, kini mempunyai budaya baru dengan maraknya batu mulia. Penduduk setempat banyak yang beralih profesi di bidang batu akik, baik menjadi penambang hingga pengolah batu.
GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH

Yang semakin menarik disini adalah, dengan kegiatan penambangan batu yang makin kreatif dengan mencari dan menemukan jenis-jenis batu varian baru. Selain menambang batu Raflesia yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas, beberapa penambang menemukan varian batu jenis baru dengan warna hijau cerah, dengan badan batu yang bersih serta tingkat kristalisasi yang baik.

Menurut para penambang batu, batu jenis ini terdapat di wilayah Bengkulu Utara, dan penambanganya berada di perbukitan. Untuk mendapatkan batu ini, para penambang harus menggali tanah sedalam 3 sampai 15 meter dari permukaan tanah. Dan bahan yang didapat dari penggalian ini, maka akan didapatkan bahan mentah batu berwarna hijau cerah diselimuti kapur berwarna putih. Jika disenter, badan batu akan terlihat translucent, tampak seperti agar-agar.

Dari uji laboratorium di Jakarta, temuan baru asal Bengkulu ini teridentifikasi sebagai batu jenis batu Opal biasa atau common opal. Batu ini kemudian diberi nama dagang Batu Green Opal Bengkulu. Sekilas nama pada batu ini sama dengan batu yang ditemukan di Blitar Jawa Timur, yaitu Batu Green Opal Blitar.

Walaupun mempunyai kesamaan nama, namun secara visual antara batu Green Opal Bengkulu dan Batu Green Opal Blitar, sangat berbeda.

(untuk lebih mengetahui tentang ciri-ciri Batu green opal blitar, baca selengkapnya di artikel saya yang berjudul Batu Green Opal Blitar)

Batu green Opal asal Bengkulu ini, dipasarkan dan ditawarkan dengan harga berkisar antara 1,5 juta hingga 2 juta untuk perkilonya. Setelah Raflesia Bengkulu menjadi primadona asal kota ini, kini Green Opal Bengkulu juga siap meramaikan khasanah batu mulia Indonesia, dan diharapkan mampu menandingi kepopuleran Batu Raflesia Bengkulu yang sudah lebih dulu tersohor di kalangan pecinta batu mulia.


CHALCEDONY ACEH

Siapa yang tidak kenal Aceh??, provinsi di ujung barat Indonesia ini menyimpan sejuta keindahan batu mulia asli Indonesia. Banyak batu-batu terbaik Indonesia yang lahir di bumi serambi mekah ini. Sebut saja seperti Indocrase Solar Aceh, kemudian Indocrase Lumut Aceh, ada lagi Giok Aceh yang tersohor hingga ke mancanegara, dan masih banyak lagi batu asal wilayah ini seperti Neon dan yang lainnya. Dari sekian banyak batu mulia yang di ketemukan di sana, ternyata Tanah Rencong juga tidak mau ketinggalan dengan daerah lain sebagai penghasil batu jenis Chalcedony.
GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH

Batu Chalcedony memang banyak terdapat di wilayah tanah air, batu jenis ini tersebar hampir di seluruh pulau di Indonesia. Beberapa daerah yang terkenal dengan jenis batu Chalcedony-nya seperti, Bengkulu, pacitan, dan juga Halmahera. Namun siapa sangka jika di Tanah Rencong kini diketemukan batu jenis Chalcedony berkualitas tinggi. Menurut dari pengakuan gemslover yang sudah memiliki batu jenis chalcedony Aceh, batu ini tidak kalah bagusnya dengan jenis chacedony dari daerah lain dan sedikit lebih istimewa dengan lusternya yang indah menari-nari.

BACA JUGA :

Warna pada batu chalcedony Aceh mempunyai varian warna seperti merah, orange, biru, ungu hingga warna madu keemasan. Keunikan dan keistimewaan pada batu jenis chalcedony dari Aceh yaitu lusternya yang sangat indah, dengan klep air yang bermain jelas didalam maupun luar badan batu, baik yang sudah di ikat dengan cincin maupun yang baru selesai di poles.

Untuk harganya sendiri, chalcedony asal Aceh sudah cukup baik, yaitu berkisar antara 3 sampai 15 juta perkilonya. Mungkin harga ini sedikit mahal, namun bila melihat keindahan yang terdapat pada batu calchedony Aceh serta beratnya medan yang susah untuk mendapatkan batu ini, harga ini adalah harga yang pantas untuk batu asal Aceh ini.

Itulah ulasan mengenai batu akik green opal Bengkulu dan juga batu akik jenis chalcedony Aceh yang kita ulas pada kesempatan kali ini. Semoga apa yang di sampaikan di atas, bisa membantu para pecinta batu akik nusantara, untuk lebih mengenal batuan asal Indonesia.

Perbedaan Batu Akik dan Batu Mulia

By // No comments:

Perbedaan Batu Akik dan Batu Mulia

Apa yang anda ketahui tentang batu akik atau batu mulia (batu permata)?? Mungkin di bayangan anda, antara batu akik dan batu mulia jauh berbeda. Tapi pada kenyataanya, antara batu akik dan batu mulia (batu permata) adalah sama-sama batu alam.

Di karenakan saat sekarang ini masih banyak yang salah mempersepsikan tentang batu akik dan batu mulia, oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya ingin meluruskan apa yang menjadi pandangan orang awam mengenai batu akik dan batu mulia (batu permata).

Kebanyakan dari kita, khususnya masyarakat Indonesia, batu akik identik dengan batu berwarna gelap atau batu bergambar yang dikenakan oleh laki-laki tua. Itulah kenapa batu mulia kelas 3 atau kelas 4 selalu di sebut dengan batu akik. Karena pada masa dahulunya, kebanyakan yang memakai batu cincin adalah orang yang sudah berusia lanjut atau di sebut aki. Itulah kenapa sampai sekarang nama batu akik masih melekat pada batu mulia khususnya yang di tambang di berbagai daerah di Indonesia.

Perbedaan Batu Akik dan Batu Mulia

Adapun perbedaan pada batu akik dan batu mulia adalah pada tingkat kekerasan batu. Batu mulia atau batu permata mempunyai nilai kekerasan dari 7,5 skala mohs sampai dengan 10 pada skala mohs. Sedangkan untuk kekerasan di bawah 7,5 skala mohs, batu tersebut masih di golongkan batu mulia, namun batu mulia kelas 2, batu mulia kelas 3, dan seterusnya.

Sebutan batu mulia sebenarnya adalah, batu alam yang bisa dijadikan atau digunakan sebagai perhiasan baik dari dari batu dengan tingkat kekerasan rendah maupun tinggi.

Untuk batu mulia dengan tingkat kekerasan di bawah 7,5 pada skala mohs warnanya lebih beragam, dibandingkan dengan batu mulia dengan tingkat kekerasan 7,5 hingga 10 skala mohs.


Contoh saja seperti batu jenis Chalsedony yang mempunyai beragam warna, dari mulai bening, putih, merah, biru, kuning, hijau, ungu dan masih banyak warna lain. Sedangkan pada batu mulia (batu permata) warnanya tidak sebanyak batu dengan tingkat kekerasan 7,5 skala mohs ke bawah.

Golongan batu mulia sendiri di bagi menjadi 5 kelas yaitu,

Batu mulia kelas 1
Untuk batu mulia kelas 1 yaitu dengan nilai kekerasan dari 8 hingga 10 skala mohs. Untuk golongan kelas 1 ini terdapat pada batu Diamond, Ruby, Safir, Topaz, Chrysoberyl, Cubic Zirconia.

Batu mulia kelas 2
Batu mulia kelas 2 adalah batu dengan nilai kekerasa antara 8-9 pada skala mohs, yang meliputi, Beryl, Zircon, Zambrud, Aquamarin, Amethys, Garnet, Spinel, dan Quartz.

Batu mulia kelas 3
Batu mulia kelas 3 adalah batu dengan nilai kekerasan 7 skala mohs. Contoh batu ini adalah Lapiz lazuli, Tourqis/Pirus.

Batu mulia kelas 4
Nilai kekerasan pada batu golongan ini antara 4-7 skala mohs. Batu ini meliputi Phenakite Beril Quartz, Peridot, Moonstone, dan Opal.

Batu mulia kelas 5
Untuk batu mulia kelas lima nilai kekerasan berbeda-beda tergantung dari berat jenis batu. Untuk batu golongan 5 ini biasanya tidak tembus cahaya namun tetap mengkilap.

Untuk batu mulia asal Indonesia, seperti Bacan atau Indocrase, digolongkan sebagai batu mulia kelas 3 atau kelas 2 tergantung dari kualitas batu yang dinilai dari tingkat kekerasan. Sedangkan jenis Chalsedony bisa digolongkan batu mulia kelas 3 atau 4 tergantung dari tingkat kekerasan pada batu tersebut. Demikian pula dengan jenis Opal, seperti pada batu Black opal Kalimaya Banten.

Jadi kesimpulanya, antara batu akik dan batu mulia tidak ada perbedaan, yang membedakannya hanyalah dari harga batu tersebut. Semakin tinggi nilai kekerasan pada batu, maka harganyapun akan semakin mahal.

Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak Diminati

By // No comments:

Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak Diminati

Batu akik saat ini memang sedang menjadi trend di kalangan masyarakat kita. Dari usia muda sampai tua, baik laki-laki maupun perempuan banyak yang mengoleksi batu akik. Beracam-macam batu akik dari segala jenis sekarang menjadi buruan para pecinta batu akik. Walaupun harga dari batu akik itu sendiri tidaklah murah, namun tidak menyurutkan minat penggemar batu untuk berlomba-lomba mengkoleksi batu akik dari berbagai macam daerah.

Bagi anda yang ingin mengoleksi macam-macam batu akik, ada baiknya anda mengetahui batu apa saja yang saat ini banyak dicari dan dikoleksi oleh kolektor batu akik. Berikut ini akan saya berikan ulasan berbagai macam batu yang saat ini menjadi primadona dan paling diminati oleh para pecinta batu akik.

Batu Bacan

Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak Diminati
Agaknya batu yang berasal dari Maluku Utara ini sampai saat ini masih menjadi primadona bagi para pecinta batu akik. Batu dengan kekerasan 7,5 pada skala mohs, dengan kandungan mineral Crysocolla quart membuat batu ini menjadi buruan para kolektor, baik batu Bacan Doko dan juga batu Bacan Palamea. Bahkan sebagian dari para kolektor batu Bacan menjadikan batu ini tak hanya sebagai batu koleksi, tetapi juga sebagai investasi, dikarenakan harga batu ini yang tergolong mahal.

Batu Jenis Chalcedony

Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak DiminatiBatu jenis chalcedony atau Kalsedon menjadi batu yang diminati oleh para kolektor batu. Keindahan pada batu jenis kalsedon menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemiliknya. Untuk batu jenis Chalcedony sendiri di Indonesia banyak ditambang di beberapa daerah, seperti Pulau Obi Maluku yang terkenal dengan King Obi-nya, kemudian Pacitan yang terkenal dengan anggur Pacitan, ada Baturaja, yang terkenal dengan Batu Biru Langit-nya, dan juga masih banyak lagi batu jenis ini yang dihasilkan dari beberapa daerah di Indonesia.


Batu Black Opal dan Batu Kalimaya Banten


Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak Diminati
Walaupun batu jenis Opal ini tergolong jenis batu yang lunak, namun tidak menyurutkan para penggemar batu untuk mengkoleksi batu Black opal dan batu Kalimaya Banten. Keindahan yang terdapat pada batu jenis Opal yang satu ini, telah membuat para pecinta batu terpesona dengan fenomena kembang warna yang terdapat pada batu ini. Bukan hanya di dalam negeri saja, namun batu ini juga sangat diminati oleh pecinta batu mancanegara.

Batu Blue Safir (Sapphire)


Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak DiminatiBatu yang digolongkan dengan batu mulia dengan kekerasan mencapai 9 pada skala mohs ini juga sangat diminati oleh kalangan pecinta batu. Batu ini banyak didatangkan dari luar negeri. Untuk jenis batu safir sendiri banyak jenisnya, namun para pecinta batu lebih banyak memburu jenis blue Safir. Batu blue safir ini banyak berasal dari Birma, Srilanka, Madagaskar,Khasmir, dan juga beberapa negara lain.



Indocrase


Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak DiminatiBatu jenis Indocrase adalah batu yang paling banyak diminati selanjutnya. Jenis yang paling diburu adalah Batu Sungai Dareh dan juga Lumut Aceh, yang mana keduanya masuk dalam keluarga jenis Indocrase. Semenjak Presiden SBY dikabarkan memberikan hadiah berupa batu cincin kepada Barack Obama, ketenaran batu ini semakin melejit. Batu Sungai Dareh dan Lumut Aceh ini sekilas memiliki kemiripan pada tekstur dan juga mineral yang terkandung didalam kedua batu tersebut.

Batu Zambrud

Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak DiminatiBatu ini memiliki kekerasan hingga 7,5 pada skala mohs dengan warna kehijauan. Batu ini sudah terkenal sejak ratusan tahun silam. Sejak jaman dahulu batu ini sudah dikenakan oleh raja-raja, dan juga oleh para bangsawan. Untuk batu Zambrud sendiri, yang terkenal adalah Zambrut Kolombia dan juga Zambrud Zambian. Zambrud ditambah di beberapa wilayah negara diantaranya, di Afrika dan Indonesia. Zambrud Indonesia banyak ditambang diwilayah Kalimantan.






Batu Kecubung ( Amethys )


Macam Dan Jenis Batu Akik Yang Paling Banyak DiminatiBatu Kecubung atau Amethys ini juga banyak diburu oleh para kolektor batu akik. Batu yang satu ini tidak hanya popul;er di Indonesia, tapi juga populer di manca negara. Untuk wilayah Indonesia batu ini banyak terdapat di Kalimantan. Selain di Indonesia, batu ini banyak dihasilkan dari berbagai negara seperti, Amerika, India, Srilanka, Brasil, Russia, madagaskar, dan beberapa negara lain di dunia.










Itulah beberapa macam dan jenis batu akik yang banyak diminati oleh kolektor batu. dan munkin
termasuk anda yang menginkan batu-batu diatas tadi. salam gemslover..

Kepopuleran Batu Sungai Dareh

By // No comments:

 Kepopuleran Batu Sungai Dareh

Batu berwarna hijau lumut telah booming di dunia, sejak kabar presiden SBY kala itu memberikan cinderamata kepada presiden Barack Obama sebuah cincin dengan batu berwarna hijau itu. Kepopuleran batu akik Sungai Dareh sejak saat itu sangat mendunia dan banyak dari kolektor batu, baik dari dalam dan luar negeri memburu batu ini.

Tahun 1970, batu akik Sungai Dareh sudah ditemukan, dan orang menyebut batu ini dengan nama Giok Kandi, karena didapat dari sungai Kandi dan Bukit Puti Bungsu. Munkin karena patahan terbawa arus sungai, maka batu ini pun ditemukan di Sungai Dareh Dharmasraya, hingga pada akhirnya batu ini terkenal dengan nama batu Sungai Dareh. Sebenarnya Batu Sungai Dareh sudah berada dipasaran sejak 50 tahun yang lalu. Dan dalam 5 tahun terakhir, nama Batu Sungai Dareh terus naik daun hingga harga batu ini sampai sekarang harganya makin melambung, dan terkadang stock di pedagang juga kosong.

Kepopuleran Batu Sungai Dareh

Terus melejitnya kepopuleran batu akik Sungai Dareh ini tak terlepas dari gencarnya promosi yang dilaksanakan pemkab Dharmasraya. Promosi sendiri dilakukan dengan pemberian cendera mata kepada tamu-tamu, mulai dari tamu Sum-Bar, tamu luar provinsi, tamu dari pemerintah pusat, tamu luar negeri, dan juga mengadakan pameran serta kontes-kontes batu mulia.

Batu mulia merupakan suatu bentuk dari hasil proses kristalisasi dari beberapa mineral yang tersimpan di dalam perut atau intibumi. Kelebihan batumulia yaitu mempunyai sesuatu aura atau yang disebut YONI (daya metafisis yang terpancar). YONI yang terdapat pada batuan mulia atau batu akik memang dianugrahkan oleh Allah sang pencipta alam, dan kita sebagai mahluk-Nya diberikan segala keindahan dalam bentuk batu agar kita selalu intropeksi bahwa ciptaan-Nya sungguh luar biasa.

Batu Sungai Dareh sendiri sampai sekarang sudah ditemukan sampai 68 varian warna. Namun yang paling populer di antara semua itu diantaranya jenis Kumbang Jati, Totol Sayur, dan Pucuk Pisang (pupis). Untuk harganya sendiri berkisar antara ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah untuk per satu mata batu cincin, dilihat dari kualitas batu itu sendiri. Semakin bagus sebuah batu, maka harganyapun semakin mahal, dan bisa menembus harga ratusan juta rupiah.

Batu yang punya sebutan Lumuik Sei Dareh bagi masyarakat setempat ini, pada umumnya dibuat perhiasan seperti cincin, gelang, kalung dan juga perhiasan lainya. Selain batu Lumuik Sungai Dareh, didapatkan juga di sungai Batanghari diantaranya Limau Manih (jeruk manis) dengan warna kuning menyala, cempaka limau manih yang berwarna kemerahan, dan juga kecubung Sumatra tentunya dengan warna ungu. Meskipun demikian, yang menjadi incaran pecinta batu dan juga kolektor batu nomer satu adalah batu Lumuik Sei Dareh atau batu sungai Dareh. Kepopuleran batu Sungai Dareh sampai saat ini, mengalahkan batu jenis lain yang ada di Sumatera Barat, dan visual yang mirip dengan Batu Lumut Aceh menjadikan batu ini tetap menjadi primadona di kalangan gemslover. Batu Sungai Dareh pun tidak kalah populernya dengan Batu Bacan Doko dan Palamea serta Indocrase Solar Aceh.

Mengenai asal-usul Batu Sungai Dareh, anda bisa baca artikel saya sebelumnya. Dan konon menurut cerita mitosnya, batu Sungai dareh juga miliki khasiat bagi pemakainya. Khasiat Batu Sungai Dareh juga bisa anda baca di artikel sebelumnya. Demikianlah cerita kepopuleran batu Sungai Dareh, semoga bisa menambah wawasan buat para gemslover sekalian, terima kasih..